Inilah 10 Wanita Indonesia yang Sukses Membangun Bisnis Startup Mereka

|

Foto: nulisbuku.com
#NITIZEN.com - Mungkin sebagian dari kita berpikir bahwa perusahaan startup-startup indonesia lebih banyak di dominasi oleh Kaum Pria, tapi tahukah Anda berikut ini adalah startup perusahaan yang di pimpin oleh Wanita dan Suskes menjajaki bisnisnya.

Banyaknya situasi yang tidak membuat wanita merasa mendapatkan dukungan justru membuat 10 wanita biasa ini menjadi sangat luar biasa. 10 wanita hebat inilah yang bisa kita jadikan contoh, bahwa seorang wanita yang terlihat tidak mampu melakukan hal yang sulit, ternyata memiliki keberanian yang besar untuk mau mencobanya.

1. Aulia Halimatussadiah (Nulisbuku)

Sebuah startup yang sudah lama diciptakan oleh seorang wanita berhijab ini merupakan salah satu startup bagi para penulis muda Indonesia. Ollie, sapaan akrab wanita muda ini, mengawali Nulisbuku dari sebuah toko online buku Kutukutubuku pada tahun 2006. Melalui platform Self Publishing Online ini, Ollie berniat untuk terus mendukung para entrepreneur online di Indonesia, khususnya para wanita.

2. Catherine Hindra Sutjahyo (Zalora)

Anda yakin seorang maniak berbelanja online? Jika Iya, Anda tentu sudah familiar dengan situs toko online fashion terbesra di Indonesia, Zalora. Siapa sangka, dibalik dari besarnya toko online Fashion ini ada sepasang tangan wanita hebat bernama Catherine Hindra Sutjahyo. Sebagai seorang wanita yang pernah bekerja di sebuah perusahaan terkemuka McKinsey, ia rela melepaskan pekerjaannya untuk sebuah tantangan yang lebih besar. Merupakan bagian dari keluarga Rocket Internet, Zalora memulai bisnisnya di Indonesia sejak tahun 2012. Wanita hebat ini kini bertanggungjawab untuk mengatur pendanaan jutaan dollar dari sebuah firma, seperti JP Morgan dan Rocket Internet.

3. Cynthia Tenggara (Berrykitchen)

Jika Anda pernah memesan layanan delivery katering untuk makan siang di kantor, mungkin salah satunya dari sini. Berrykitchen merupakan layanan delivery katering yang khusus menyajikan makan siang bagi karyawan kantoran. Cynthia Tenggara yang awalnya merupakan salah satu karyawan di Groupon Indonesia, memang sudah sangat familiar dengan perkembangan teknologi di Indonesia. Hingga pada Maret 2014, Startup yang ia dirikan mendapat
pendanaan dari ANGIN, Angen Investment asal Indonesia yang khusus mendanai startup menjanjikan yang dipimpin oleh seorang wanita. Bahkan setahun berikutnya, BerryKitchen mendapat pendanaan dari East Ventures.

4. Claudia Widjaya dan Yenti Elizabeth (BerryBenka)

Ada lagi toko online fashion yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, BerryBenka. Memulai bisnis kecil di tahun 2011, BerryBenka yang dikepalai oleh 2 wanita ini mulai menunjukkan performa yang cukup menjanjikan bagi sebuah startup yang dipimpin oleh wanita. Claudia Wijaya dan Yenti Elizabeth berhasil meyakinkan East Ventures untuk menanamkan investasi mereka pada tahun 2012. Selan itu, BerryBenka mendapatkan investasi lainnya dari GREE Ventures di Januari 2013, hingga pendanaan ketiga hampir 63 miliar rupiah di akhir 2013. Wah hebat sekali ya mereka?

5. Diajeng Lestari (Hijup)

Seorang wanita muda, aktif dan juga dinamis adalah contoh dari kemampuan yang berhasil dibuktikan oleh Diajeng Lestari. Dari yang awalnya merupakan seorang karyawati biasa, ia memilih untuk terjun kedunia e-commerce. Startup miliknya fokus menjual barang atau produk fashion bali Muslim. Ia mampu melihat peluang dari lingkungan, dan terlebih dari kondisi Indonesia yang sebagian besar adalah umat Muslim. Hingga pada akhirnya Hijup Melakukan operasional secara bottstrap sejak tahun 2011, dan ia mendapatkan investasi di tahun 2015 ini. Dan kini ia bermimpi dan akan berjuanguntuk mengenalkan e-commerce miliknya ke nedara Muslim lainnya.

6. Donna Lesmana (Lolalola)

Donna Lesmana adalah founder dari e-commerce yang khusus menyediakan dan menjual lingerie wanita. Sebelumnya ia merupakan salah satu pemain e-commerce khusus untuk peralatan olahraga outdoor, SukaOutdoor. Kemudian ia memutuskan untuk mendirikan sendiri e-commerce Lolalola setelah berhasil melihat peluang yang cukup besar di Indonesia untuk ranah toko online Lingerie. Startup yang ia dirikan pada tahun 2014 ini sudah mampu didukung oleh Ardent Caital, sebua perusahaan besar yang khusus mendanai perusahaan lokal yang berbasis di Hongkong, dan ACommerce yang bertindak sebagai mitra logistik dan juga marketing.

7. Grace Tahir (Pilih Dokter)

Tidak banyak orang yang memilih untuk mendirikan startup dimulai dari pekerjaan umum, seperti dokter. Tapi Grace Tahir berbed, ia yang notabennya sudah lebih dari 1 dekade bekerja di sektor kesehatan ini selain menjadi entrepreneu, ia juga merupakan direktur dari RS Mayapada. Hingga pada tahun 2014, Ia menjadi co-founder dari sebuah platform yang khusus disediakan untuk media konsultasi kesehatan masyarakat secara online. Pada platform ini kita akan bertemu dengan banyak dokter handal yang menyediakan konsultasi kesehatan berkualitas. Seperti halnya stratup e-commerce, PilihDokter juga berhasil mendapat pendanaan dari RingMD, sebuah platform konsultasi dokter asal Singapura. Dan tahun 2014 kemarin, Ia berhasil menanamkan investasi pada platform manajemen HR, yaitu Talenta.

8. Hanifa Ambadar (Female Daily)

Female Daily merupakan jaringan media online yang khusus diperuntukkan bagi kaum hawa. Sekalipun sampai saat ini media online masih menjadi perdebatan karena masuk dalam kategori startup teknologi atau tidak, Female Daily sudah sangat jelas masuk kedalamnya. Dimulai dari sebuah blog fashion personal tahun 2005, kini Female Daily tumbuh menjadi media informasi yang sangat besar. Platform ini bukan hanya menyediakan tempat bagi wanita untuk membaca informasi yang ada, tapi juga untuk ikut dalam komunitas yang dibentuk didalamnya.
Melalui komunitas inilah para anggota bisa saling berbagi ulasan seputar produk mereka, berpartisipasi dalam forum diskusi yang dibuat dan lainnya. Dan keunikan inilah yang membuat Hanifa mampu menjaring klien untuk memasang iklannya dan banyak membuatnya menjadi konsultasn yang paling dicari. Hal ini jugalah yang membuat Female Daily mendapatkan pendanaan hampir USD 1 Juta (Sekitar 13 Miliar Rupiah) untuk ekspansi bisnisnya.

9. Nabilah Alsagoff (Doku)

Sudah pernah mendengar Doku? Salah satu Platform pembayaran online terbesar ini dikelola oleh seorang wanita Indonesia. Menemukan masalah seputar kesulitan pembayaran online masyarakat, Doku akhirnya mampu melayani perusahaan besar seperti Air Asia dan Sinar Mas. Nabilah juga bukan orang baru di ranah bisnis, ia memulai bisnis e-payment di tahun 2002, saat ia masih menjadi konsultan bagi Kementerian Pariwisata Indonesia, yang saat itu akan membangun portal untuk membantu mengembalikan industri pariwisata Bali setelah kejadian bom Bali pada masa itu. Pengalama inilah yang membuatnya menjadi pembicara di banyak komunitas dan acara, seperti Startup Asia Jakarta 2014.

10. Veronika Linardi (Qerja)

Seorang wanita yang menjadi co-founder Qerja, sebuah startup yang membuat anggotanya mampu saling bertukar informasi seputar lowongan kerja dan juga informasi gaji secara anonim. Platform ini serupa dengan model bisnis yang diterapkan di Amerika. Pada awal Maret 2015 ini, Qerja berhasil mendapatkan pendanaan hampir ratusan juta rupiah dari SB ISAT Fund, Sebuah Joint Venture milik SoftBank dan Indosat. Para perusahaan yang menginvestasikan uang mereka bukan tidak berfikir panjang. Veronika mampu meyakinkan mereka bahwa Qerja bisa mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi. Bukan hanya itu Veronia adalah seorang yang berpengalaman di bidang SDM dan merupakan pimpinan sebuah perusahaan perekrutan kerja bernama Linardi Associates sejak tahun 2006.

Sumber: https://id.techinasia.com/daftar-founder-startup-wanita-indonesia/

Related Posts