Inilah 5 Akuisisi Perusahaan Teknologi Bernilai Fantastis

|


Microsoft Microsoft mengumumkan mengakuisisi LinkedIn, Senin (13/6/2016).

#NITIZEN.com - Microsoft sempat membuat industri teknologi geger. Tanpa ada kabar burung sebelumnya, raksasa software itu mengakuisisi LinkedIn, jejaring sosial bagi para profesional.

Nilainya pun tidak main-main. Microsoft harus merogoh kocek hingga 26,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 349 triliun.

Microsoft sendiri menambah panjang isi daftar perusahaan teknologi yang mencaplok perusahaan lain dengan jumlah uang sangat fantastis.

Selain Microsoft, ada juga perusahaan komputer Dell, media sosial Facebook, dan media penyimpanan Western Digital.

Berikut 5 perusahaan teknologi yang membeli perusahaan lain dengan nilai sangat luar biasa.

1. Dell akuisisi EMC

Pertengahan Oktober 2015, Dell mengumumkan telah mencaplok perusahaan penyimpanan data EMC Corp dengan nilai mencapai 67 miliar dollar AS atau sekitar Rp 905 triliun. Ini masih menjadi akuisisi dengan nilai terbesar sepanjang sejarah industri teknologi.

Dell melakukan akuisisi tersebut dengan tujuan membantunya membuat diversifikasi layanan dan memperbesar skala bisnis cloud. Saat ini pasar PC yang merupakan andalan mereka telah sepi akibat meningkatnya tren perangkat genggam.

Langkah Dell untuk memperbesar bisnis di luar PC sebenarnya meniru para pesaing besarnya. Hewlett-Packard Co (HP), yang merupakan pembuat PC nomor dua dunia, telah memisahkan bisnis komputer dan printer demi fokus pada bisnis data perusahaan. IBM sudah menjual unit PC sejak satu dekade lalu.

2. Facebook caplok WhatsApp

Meski sudah memiliki messenger sendiri, Facebook masih mau membeli perusahaan pesan teks lain. Perusahaan yang dipilih untuk dibeli adalah WhatsApp dengan nilai mencapai 19 miliar dollar AS atau sekitar Rp 223 triliun.

Pembayaran tersebut tidak sepenuhnya berupa uang tunai. Pada awalnya, Facebook akan menggelontorkan dana sebesar 16 miliar dollar AS, yang terdiri dari 12 miliar dollar AS saham Facebook dan 4 miliar dollar AS dalam bentuk uang tunai.

Facebook juga memberi 3 miliar dollar AS saham terbatas untuk pendiri dan karyawan WhatsApp yang akan diberikan selama empat tahun setelah akuisisi tersebut selesai.

3. Western Digital beli Sandisk

Perusahaan media penyimpanan terbukti punya nilai yang tinggi. Setelah Dell mengakuisisi EMC, Western Digital membeli perusahaan sejenis, Sandisk, dengan nilai fantastis pula.

Uang yang digelontorkan sebesar 19 miliar dollar AS atau sekitar Rp 223 triliun, jumlah yang sama saat Facebook membeli WhatsApp.

Western Digital lebih kuat berkiprah di pasar enterprise. Perusahaan berbasis Amerika Serikat tersebut merupakan produsen disk drive terbesar yang bersaing dengan Seagate Technology.

Sementara SanDisk lebih dikenal di ranah konsumen. Pabrikan yang juga berdomisili di AS itu membuat flash disk USB dan chip untuk penyimpanan data di perangkat mobile.

Akuisisi WD terhadap SanDisk dinilai bakal memperkokoh posisi keduanya di industri penyimpanan digital.

4. Nokia akuisisi Alcatel-Lucent

Nokia resmi mengakuisisi perusahaan layanan jaringan telekomunikasi Alcatel-Lucent dengan nilai 16,6 miliar dollar AS atau setara Rp 215 triliun.

Berbagai spekulasi muncul menyusul kemitraan kedua perusahaan. Beberapa menganggap ini adalah usaha Nokia untuk kembali membidik pasar smartphone setelah tahun lalu divisi tersebut dijual ke Microsoft.

Santer pula isu bahwa kerjasama tersebut guna membangun kekuatan jaringan 5G. Saat ini, belum ada perusahaan yang merilis jaringan 5G.

Beberapa waktu terakhir, Alcatel-Lucent kerap dikabarkan sedang membangun jaringan 5G. Disinyalir, akuisisi Nokia adalah motif tersembunyi untuk mengantungi paten 5G Alcatel-Lucant.

5. Microsoft beli LinkedIn

Microsoft resmi mengakuisisi LinkedIn dengan nilai 26,2 miliar dollar AS atau setara Rp 349,3 triliun. Sebelumnya, tak ada rumor yang beredar menyoal rencana tersebut.

Hal ini diumumkan CEO Microsoft, Satya Nadella melalui surat digital ke seluruh karyawannya. CEO LinkedIn, Jeff Weiner pun turut mengirimkan surat yang isinya kurang lebih serupa ke jajaran pegawainya.

Nadella menambahkan bahwa dirinya sudah memelajari bisnis LinkedIn dari jauh hari. Ia yakin layanan tersebut bisa meningkatkan kemampuan layanan-layanan berbasis cloud Microsoft, misalnya Office 365.

Sumber: Kompas

Related Posts