Opera Diretas, Pengguna Diminta Segera Ganti "Password"

|


#NITIZEN - Akun pengguna peramban Opera yang mengaktifkan pilihan sinkronisasi cloud diduga diretas. Opera langsung berinisiatif mengganti password semua pengguna layanan Opera Sync.

"Alasan kami me-reset password Anda karena kami mendeteksi serangan terhadap sejumlah server Opera Sync," tulis Opera dalam e-mail kepada sejumlah pengguna, termasuk KompasTekno, Sabtu (27/8/2016).

Opera mencurigai seseorang telah mengelabui akses server yang digunakan untuk layanan sinkronisasi. Password para pengguna yang tersimpan pada peramban ditakutkan telah terungkap.

Karena itu, Opera mengimbau penggunanya mengganti semua password layanan pihak ketiga (Facebook, e-mail, dll) yang tersimpan pada peramban. Kalau perlu, pengguna juga diminta mengganti username.

Sebenarnya, sistem sinkronisasi cloud pada Opera didesain untuk mengenkripsi password layanan pihak ketiga yang disimpan pengguna. Karena itu, peretas tak akan mudah membobol password pengguna ke layanan Facebook dkk.

Masalahnya, pelanggaran pembobolan belum teridentifikasi. Bisa saja pembobol juga telah membuka enkripsi password pihak ketiga yang disinkronisasi ke cloud.

Dikutip dari AndroidPolice, Opera berjanji segera memperbaiki celah layanannya dan melaporkan apa saja yang dilakukan peretas. Perlu ditegaskan kembali, dugaan peretasan ini hanya menimpa pengguna Opera yang mengaktifkan sinkronisasi pada penyetelan peramban.

Opera mengatakan, hanya 350.000 penggunanya yang mengaktifkan sinkronisasi cloud dari total 1,7 jutaan pengguna di seluruh dunia. Artinya, cuma secuil pengguna Opera yang rentan terhadap serangan ini. Jika Anda salah satunya, segera ganti password yang tersimpan di peramban.
(teknokompas.com)

Related Posts